Tuesday, January 13, 2015

studio foto jakarta paling populer


studio foto jakarta .... Foto udara ataupun peta foto ialah Peta foto diperoleh dari survei udara yakni melakukan penjepretan pemusnahan lewat udara pada daerah tertentu secara aturan fotogrametris khusus. Untuk gambaran pada foto dikenal tersedia 3 (tiga) macam yakni foto tegak, foto miring dan foto miring amat. Selain tersebut saat pergantian musim, pada saat beberapa tumbuhan sedang menanggung pergantian daun. Foto Uraian bisa dalam kategorikan menjadi beberapa macam, misalnya: 14 Trik untuk membuat dampak foto landscape dengan indah Maksimalkan Depth of Field (DoF) Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah taman photography ialah “tajam dari pucuk kaki sampai ke pucuk horizon”. Konsep pokok teori “oldies” ini menyatakan bahwa sebuah foto taman selayaknya sebanyak mungkin semua bagian dari foto ialah focus (tajam).

 Buat memperoleh ketajaman lebar ataupun dgn kata lain lebar depth of focus (DOF) dengan selebar2nya, bisa memakai apperture (bukaan diafragma) dengan sekecil mungkin (f number besar), misalnya f14, f16, f18, f22, f32, dst. Gunakan tripod dan cable release Tripod dibutuhkan buat long exposure buat menjamin agar foto dengan dihasilkan tajam. Cable release pula akan sangat membantu. Jika kamera mempunyai fasilitas buat mirror-lock up, maka fasilitas itu bisa juga digunakan buat menghindari micro-shake akibat dari hentakkan mirror saat awal.  Carilah Focal point ataupun titik focus Titik focus disini bukanlah titik yang mana focus dari kamera diletakkan, tapi lebih merupakan titik dimana emas tempawan akan pertama kali tertuju (eye-contact) saat tahu foto. Carilah Foreground (FG) Foreground bisa jadi focal point bahkan jadi POI (Point of Interest) dalam foto landscape kamu. Sebuah object ataupun pattern dalam FG bisa membuat “sense of scale” dr foto taman kita. Seleksi langit atau tanah Langit yang berawan bergelora, malahan pada saat sunset ataupun sunrise, akan membuat foto kita menarik, tapi kita tetap harus memilih apakah kita akan membuat foto kita beberapa besar terdiri dari udara dgn meletakan horizon sekutil dibawah, ataupun sebagian besar tanah dgn meletakkan horizon sekutil dibagian atas. Carilah aris/Lines/Pattern Sebuah garis ataupun pattern bisa membuat/menjadi focal dengan akan menggiring emas tempawan buat lebih jauh mengexplore foto taman kamu. Kadang leading lines ataupun pattern tersebut bahkan bisa jadi POI dari foto tersebut. Capture moment & movement Sebuah foto Landcsape tak berarti kita cuma menangkap (capture) udara, bumi ataupun gunung, tapi semua elemen alam, baik tersebut diam ataupun bergerak seperti larutan terjun, jalan sungai, pohon2 dengan bergerak, pergerakan mega, dst, dapat menjadikan sebuah foto landscape dengan menarik.

 Bekerja sama dengan alam atau cuaca Sebuah scene dapat foto paspor secara cepat amat berubah. Sambil sebab itu menentukan kapan saat terbaik untuk memotret ialah sangat diperlukan. Kadang kesempatan memperoleh scene terbaik malahan bukan pada saat cuaca cerah udara biru, tapi justru pada saat akan hujan ataupun badai atau sesudah hujan ataupun badai, yang mana langit dan mega akan sangat dramatis. Golden Hours & Blue hours Pada normal colour taman photography, saat terbaik biasanya ialah saat kira-kira (sebelum) matahari terbenam (sunset) ataupun sesudah matahari terbit (sunrise). Golden hours ialah saat, lazimnya 1-2 jam pra matahari terbenam (sunset) sampai 30 menit pra matahari terbenam, dan 1-3 jam mulai matahari terbit, yang mana “golden light” ataupun sinar matahari akan membuat warna keemasaan pada object. Cek Horizon Ada dua hal terakhir saat pra kita menekan shutter: Apakah horizonya telah lurus, tersedia beberapa cara buat bisa memperoleh horion lurus saat eksekusi dalam lapangan ataupun apakah horizon sdh dalam komposisikan dgn baik, amati #5 buat pengaplikasian Rule of third. Syarat kadang dibuat buat dilangar, tapi jika scene dengan akan kita buat tidak pas kuat (strong) elementnya, lazimnya Rule of Third akan sangat membantu membuat komposisi jadi lebih baik. Ubah sudut pandang/angle/view kamu Banyak cara buat memperoleh fresh point of view. Tak selamanya “eye-level angle” (posisi normal saat kita berdiri) dalam memotret itu dengan terbaik.

 Buktikan secara high-angle (kamera diangkat lebih dari kepala), waist-level angle, low level, dst, buktikan berbagai format horizontal dan/atau vertikal. Pergunakan foto udara logistik bantu Penggunaan beberapa peralatan beri dibawah akan amat membantu untuk memperoleh foto landscape dengan lebih baik. CPL filter ND filter Graduated ND filter, amati disitu tentang Graduated Natural Density (Grad ND): What, How, & When Graduated color filter Bubble level jika tdk tersedia grid pada view finder ataupun gunakan focusing screen dgn grid, amat membantu untuk meraih levelnya horizon. Lensa dengan dipergunakan Kadang kerap ada asumsi kalau sebuah foto taman itu harus memakai lensa dengan selebar mungkin. Tapi dalam membuat sebuah foto taman, seluruh lensa dapat dipergunakan, dari lensa super wide (14mm, 16mm, dst), wide (20mm - 35m), medium, (50mm - 85mm), sampai tele/super tele (100mm - 600mm). Seluruh range lensa bisa dan dapat dipergunakan. Seluruh itu tergantung atas kebutuhan dan scene dengan kita hadapi. Persiapkan diri dan sesuaikan peralatan Walaupun ini tidak berhubungan langsung, tapi kadang sangat menentukan. Kerap kali kita memerlukan research ataupun tanya dulu kiri kanan, baik tersebut dgn googling ataupun bertanya dgn fotografer dengan sudah sempat kesana ke wahid lokasi sebelumnya, paling utama jika mengunjungi lokasi yang berbeda jauh iklim maupun cuacanya, krn tersebut akan menentukan kesiapan kita baik fisik maupun logistik yang harus dibawa, baik itu logistik fotografi maupun logistik penunjang.

No comments:

Post a Comment